Tampilkan postingan dengan label Paper. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paper. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2016

Contoh Judul Skripsi Jurusan Agribisnis

 Contoh Judul Skripsi Jurusan Agribisnis / Agribusiness (Bisnis Pertanian)

    Biaya Usaha Tani Dan Harga Referensi Daerah Komoditas Cabai Merah

    Analisis Biaya Pengelolaan Pascapanen Sayuran Kubis Ekspor

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Cengkeh

    Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong

    Strategi Pengembangan Usaha Tani Kopi Arabica (Coffea Spp)

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Daging Sapi

    Analisis Keputusan Pembelian Dan Preferensi Konsumen Gula Pasir Curah

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Jeruk Manis di Pasar Tradisional

    Analisis Dampak Panen Raya Komoditas Padi Terhadap Nilai Tukar Petani

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Mengkonsumsi Daging Ayam Kampung

    Faktor-faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Ubi Kayu (Manihot esculanta)

    Analisis Efisiensi dan Optimasi Serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Pupuk Kimia oleh Petani Pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum Annum L)

    Analisis Pola Konsumsi Pangan dan Tingkat Konsumsi Beras dan Non Beras

    Pengaruh Karakteristik Penyuluh Pertanian Terhadap Keberhasilan Penyuluhan

    Karakteristik Sosial Ekonomi Karyawan PTPN IV Tinjowan dan Sikap Mereka Terhadap Manajemen yang Berlaku

    Analisis Forecasting Penawaran dan Permintaan Ekspor Biji Kakao (Theobroma cacao L.)

    Analisis Permintaan Bawang Merah (Allium Ascalonicum L)

    Sikap Petani Terhadap Organisasi PerkumpulamPetani Pengguna Air (P3A)

Minggu, 17 Mei 2015

Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat Media Pembelajaran adalah :

Menurut Hamalik (dalam Arsyad 2007:15) pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu.

Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sangat bermanfaat untuk membantu keefektifan proses pembelajaran dandapat membantu siswa meningkatkan pemahamannya dalam pembelajaran.

Jenis Karangan Deskripsi

Jenis Karangan Deskripsi Menurut Ahli

Karangan deskripsi dapat dibagi dua. Seperti yang dikemukakan Achmadi (1988: 106) bahwa menurut beberapa analisis ada dua jenis karangan deskriptif, yaitu deskripsi teknis dan deskripsi sugestif.

Pendapat yang sama dikemukakan Semi (2009:58) karangan deskripsi dibagi atas dua jenis, yaitu:
(I) deskripsi ekspositorik (deskripsi teknis),(2) deskripsi artistik (deskripsi sugestif).

Sementara itu Keraf (1982:94) juga membedakan deskripsi menjadi dua yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis.

Deskripsi teknis (ekspositorik) menurut Achmadi (1988:106) adalah” deskripsi yang diterapkan pada karangan yang memberikan uraian secara langsung dan mengenai rupa (appearance), letak atau struktur dan sesuatu”. Menurut Semi (2009:58), “Deskripsi ekspositorik bertujuan menjelaskan sesuatu dengan perincian yang jelas sebagaimana adanya, tanpa menekankan unsur impresi atau sugesti kepada pembaca’. Dengan demikian, deskripsi ekspositorik ini dirancang terutama untuk memberikan informasi dengan menggunakan bahasa yang formal dan lugs, sehingga sulit dibedakan dengan eksposisi, bahkan hampir sama dengan eksposisi.

Menurut Achmadi (1988:106) “Deskripsi Artistik (sugestif) terutama bersifat emosional”. Deskripsi artistik (sugestif) Semi (2009:58) berpendapat “gaya penyajiannya menyerupai gaya narasi artistic, bergaya sastra yang bernuansa estetis. Dengan demikian, deskripsi sugestilah yang membangkitkan kesan atau impresi tentang suatu objek yang disampaikan. Dengan kata lain, deskripsi artistik (sugestif atau literer) berusaha menciptakan suatu penghayatan terhadap objek tersebut melalui imajinasi pembaca.

Sementara itu menurut Marahimin (2010:46) deskripsi terbagi atas dua yaitu deskripsi ekspositori dan deskripsi impresionistis. Deskripsi eksporitori adalah yang sangat logis, yang isinya biasanya merupakan daftar rincian, semuanya, atau yang menurut penulisnya hal yang penting-penting saja, yang disusun menurut sistem dan urutan-urutan logis obyek yang diamati. Sedangkan deskripsi impresionistis adalah untuk menamakan juga impresi penulisnya atau untuk menstimulir pembacanya.

Langkah-langkah dalam Menulis

Langkah-langkah dalam Menulis

Menurut Semi (2009:6), menulis merupakan suatu proses kreatif. Sebagai suatu proses kreatif, ia harus mengalami suatu proses yang secara sadar sehingga berakhir pada suatu tujuan yang jelas. Langkah-langkah dalam menulis adalah sebagai berikut:

(1) Pemilihan dan Penetapan Topik. Memilih dan menetapkan topik merupakan suatu langkah awal yang penting, sebab tidak ada tulisan tanpa ada sesuatu yang hendak ditulis. Topik tulisan adalah masalah atau gagasan yang hendak disampaikan di dalam tulisan. Masalah atau gagasan itu dapat diperoleh atau digali melalui empat sumber yaitu pengalaman, pengamatan, imajinasi, serta pendapat dan keyakinan.

(2) Pengumpulan Informasi. Pengumpulan informasi dan data ini perlu dilakukan agar tulisan tersebut menjadi tulisan yang berbobot dan meyakinkan. Informasi dan data yang dikumpulkan itu adalah informasi dan data yang relevan dengan topik atau pokok bahasan dan sesuai pula dengan tujuan tulisan. Data dan informasi itu dapat berupa gambar, statistik, grafik, atau beberapa cuplikan orang lain.

(3) Penetapan Tujuan. Penetapan tujuan pada dasarnya sudah mulai tertanam di dalam pikiran penulis disaat pemilihan dan penetapan topik dilakukan, namun tujuan itu harus lebih didasari pada saat tulisan itu mulai dirancang dengan sungguh-sungguh. Bila suatu tujuan tidak dilandasi oleh tujuan yang jelas dan tegas dapat menyebabkan tulisan itu tanpa arah yang jelas, dan besar kemungkinan menjadi tulisan yang tidak berhasil atau tidak dipahami pembaca.

(4) Perancangan Tulisan. Merancang tulisan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan menilai kembali informasi dan data, memilih sub topik yang perlu dimuat, melakukan pengelompokan topik-topik kecil ke dalam suatu kelompok yang lebih besar, dan memilih suatu sistem notasi dan sistem penyajian yang dianggap paling baik. Hasil merancang tulisan ini, antara lain akan berwujud sebagai kerangka tulisan (outline) dan penetapan gaya penyajian tulisan.

(5) Penulisan. Di dalam penulisan perlu dipilih organisasi dan sistem penyajian yang tepat. Artinya, tepat menurut jenis tulisan, tepat menurut topik, dan tepat menurut tujuan dan sasaran tulisan. Di dalam melahirkan pikiran atau gagasan hendaknya menggunakan bahasa yang hidup dan lancar sebagai mediumnya. Di dalam pemanfaatan bahasa ini tentu saja dilakukan dengan cara yang paling baik, dengan jalan menggunakan ejaan dan tanda baca secara tepat, memilih kata (diksi), dan menggunakan kalimat yang efektif.
(6) Penyuntingan atau Revisi. Di dalam menyunting dilakukan kegiatan mengecek ketepatan angka-angka atau nama, menghilangkan yang tidak perlu, menambah sesuatu yang perlu ditambah. Disamping itu dilakukan pula perbaikan kalimat dan ejaan. Kosa kata yang kurang tepat diganti dengan yang lebih tepat. Cara menyunting yang paling baik adalah dengan membiarkan tulisan itu terendap beberapa waktu setelah penulisan, dan kemudian melakukan suntingan dengan membaca teliti, serta menganggap bahwa tulisan yang dihadapi sewaktu menyunting itu adalah tulisan orang lain.

(7) Penulisan Naskah Jadi. Setelah penyuntingan tentu saja harus ditulis kebali agar menjadi tulisan yang selesai, rapi, dan bersih. Dalam pengetikan terakhir ini perlu diperhatikan kembali masalah ejaan dan tanda baca. Masalah perwajahan harus pula mendapat perhatian yang sungguh-sungguh, karena kesempurnaan sebuah tulisan tidak hanya terbatas pada kesempurnaan isi dan ketepatan pemakaian perangkat kebahasaan, tetapi juga masalah susunan, kejelasan ,dan ketepatan pemakaian sarana tulis lainnya. Kerapian dan keindahan tata muka memberi nilai tambah terhadap kesempurnaan tulisan

Hakikat Menulis Menurut Para Ahli

Hakikat Menulis Menurut Para Ahli

Dalam kehidupan sehari-hari dikenal dua macam cara berkomunikasi, yaitu komunikasi langsung dan komunikasi tak langsung. Kegiatan berbicara dan menyimak merupakan komunikasi langsung, sedangkan kegiatan membaca dan menulis merupakan komunikasi tak langsung. Menurut Tarigan (2008:3) menulis merupakan keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain.

Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini maka sang penulis haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata. Keterampilan menulis ini tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur.

Kegiatan menulis sebagai salah satu aspek dari keterampilan berbahasa tidak langsung yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan menulis, seseorang dapat mengungkapkan pikiran, perasaan dan gagasannya untuk mencapai maksud dan tujuan  yang dikehendakinya. Kegiatan menulis atau mengarang pada hakekatnya merupakan pemindahan pikiran atau perasaan ke dalam bentuk lambang-lambang bahasa. Biasanya perasaan dan pikiran disampaikan secara lisan, karena menulis tidak lain merupakan upaya memindahkan bahasa lisan ke dalam wujud tulisan dengan menggunakan lambang-lambang grafem. Tulisan yang dapat dikatakan berhasil adalah tulisan yang dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca. Segala ide dan pesan yang disampaikan harus dipahami secara baik oleh pembacanya, tafsiran pembaca sama dengan maksud penulis. Untuk mencapai ini, memang memerlukan latihan dan pengalaman Semi (2009:2-3).

Sementara, menurut Tarigan (2008:22) menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Menulis merupakan suatu representasi bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa. Sejalan dengan itu, Semi (2009:6) mengemukakan bahwa menulis merupakan suatu proses yang kreatif. Sebagai suatu proses yang kreatif, menulis harus mengalami suatu proses yang secara sadar pula dilihat hubungan satu dengan yang lain, sehingga berakhir pada suatu tujuan yang jelas.

Demikian juga dengan kegiatan menulis yang dilakukan siswa di sekolah. Melalui menulis, siswa akan berusaha berfikir dan mampu mengembangkan imajinasinya. Jika kegiatan menulis terus dilatih dan diulang, maka cara berpikir siswa akan lebih kritis dan mereka akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaannya. Menurut Tarigan (2008:20) tulisan dipergunakan oleh orang-orang terpelajar untuk merekam, meyakinkan, melaporkan, serta mempengaruhi orang lain, dan maksud serta tujuan tersebut hanya bisa tercapai dengan baik oleh orang-orang (penulis) yang dapat menyusun pikirannya serta mengutarakannya dengan jalas (mudah dipahami). Bahkan kemajuan suatu bangsa atau Negara ditentukan oleh kemajuan komunikasi tulisnya. Komunikasi tulisan dapat diukur dari kualitas dan kuantitas para pengarang beserta hasil karyanya turut menentukan kemajuan  suatu bangsa.
Hal ini sejalan dengan pendapat Thahar (2008:12) yang mengatakan kegiatan menulis adalah kegiatan intelektual. Seorang yang intelektual ditandai dengan kemampuannya mengekspresikan pikirannya melalui tulisan dengan media bahasa yang sempurna.

Dari beberapa pengertian menulis tersebut dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan suatu kegiatan atau proses kreatif dalam mengungkapkan pikiran, gagasan, dan perasaan dalam bahasa tertulis yang berfungsi sebagai alat komunikasi tidak langsung. Tulisan yang dapat dikatakan berhasil adalah tulisan yang dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca.

Latar Belakang Masalah Skripsi Bahasa Indonesia


Contoh Latar Belakang Masalah Skripsi Bahasa Indonesia

Pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan empat aspek keterampilan berbahasa yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Walaupun menulis menduduki posisi paling akhir, tetapi menulis mempunyai banyak fungsi yang sangat penting bagi pengembangan intelektual seseorang, salah satunya yaitu untuk mengemukakan sesuatu. Melalui keterampilan menulis, siswa dapat mengekspresikan pikiran, ide, serta gagasan kepada orang lain.

Keterampilan menulis merupakan pengungkapan ide, gagasan, pikiran atau perasaan secara tertulis. Untuk menulis, ide atau gagasan bisa timbul dengan membaca dan melakukan pengamatan secara langsung atau tidak langsung terhadap suatu pokok permasalahan atau suatu peristiwa. Hal ini akan menimbulkan suatu pemikiran baru untuk ditulis. Keterampilan menulis secara langsung dapat dimiliki oleh siswa, tetapi harus melalui  latihan dan praktik yang teratur.

Bentuk keterampilan menulis yang diajarkan kepada siswa adalah menulis karangan narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Dalam hal ini penulis memilih karangan deskripsi karena deskripsi merupakan alat bantu yang efektif untuk lebih menghidupkan pokok pembicaraan, untuk menghindari rasa kebosanan dan keengganan para pembaca. Dalam proses belajar mengajar siswa dituntut untuk bisa menulis. Pentingnya keterampilan menulis di sekolah
......
 

Kamis, 06 Juni 2013

USE CASE DIAGRAM

Pengertian Use case Diagram

  • Menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. 
  • Menggambarkan kebutuhan system dari sudut pandang user 
  • Mengfokuskan pada proses komputerisasi (automated processes) 
  • Menggambarkan hubungan antara use case dan actor 
  • Use case menggambarkan proses system (kebutuhan system dari sudut pandang user) 
  • Secara umum use case adalah: Pola perilaku system dan Urutan transaksi yang berhubungan yang dilakukan oleh satu actor 
  • Use case diagram terdiri dari (Use case, Actors, Relationship, System boundary boxes (optional), Packages (optional) )

Kamis, 21 Maret 2013

Pengertian Software Quality Assurance (SQA)

Pengertian Software Quality Assurance (SQA) adalah Orang yang bertanggung jawab terhadap perencanaan jaminan kualitas, kesalahan, penyimpanan rekaman, analisis, dan pelaporan. Jaminan kualitas perangkat lunak adalah aktivitas pelindung yang diaplikasikan pada seluruh proses perangkat lunak.

Produk dikatakan berkualitas Apabila / Kriteria Software Quality Assurance (SQA)

  • Kebutuhan perangkat lunak merupakan fondasi yang melaluinya kualitas diukur. 

  • Standar yang telah ditentukan menetapkan serangkaian kriteria pengembangan yang menuntun cara perangkat lunak direkayasa. 

  • Ada serangkaian kebutuhan implisit yang sering dicantumkan (misalnya kebutuhan akan kemampuan pemeliharaan yang baik). 
Software Quality Assurance (SQA) Meliputi :

  • Pendekatan manajemen kualitas 
  • Teknologi rekayasa perangkat lunak yang efektif (metode dan peranti) 
  • Kajian teknik formal yang diaplikasikan pada keseluruhan proses perangkat lunak 
  • Strategi pengujian multitiered (deret bertingkat)
  • Kontrol dokumentasi perangkat lunak dan perubahan 
  • Prosedur untuk menjamin kesesuaian dengan standar pengembangan perangkat lunak 
  • Mekanisme pengukuran dan pelaporan.

Permasalahan Perangkat Lunak

Berikut adalah beberapa permasalahan dalam Perangkat Lunak.


  • Kemajuan perangkat keras melebihi kemampuan membuat software 

  • Kemampuan membangun program baru tidak dapat memenuhi permintaan program-program baru, begitu juga kecepatan membangun program tidak dapat mnegikuti kebutuhan bisnis dan pasar 

  • Penyebaran penggunaan computer telah membuat kebergantungan masyarakat thdp komputer 

  • Tantangan untuk membangun software dengan reliability dan quality yang tinggi 

  • Kemampuan men-support dan meningkatkan program terancam oleh design yang buruk dan keterbatasan sumberdaya