Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Desember 2017

Contoh Metode Pengumpulan Data Dalam Tugas Akhir

Contoh Metode Pengumpulan Data Dalam Tugas Akhir Manajemen Perhotelan

Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah awal dalam suatu penelitian, karena tujuan utama dari sebuah penelitian adalah untuk mendapatkan data. Dalam penelitian ini penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu:

1.    Teknik pengumpulan data primer, yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara lansung pada loksi penelitian. Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara:
a.    Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tampa menggunakan pedoman(guide) wawancara. Supaya hasil wawancara dapat terekam dengan baik, dan peneliti memiliki bukti telah melakukan wawancara kepada informan atau sumber data, maka diperlukan bantuan alat-alat bantu yaitu kamera dari ponsel dan alat tulis.
b.    Observasi
Observasi merupakan pengamatan  tidak terstruktur yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman/panduan terhadap suatu objek

2.    Teknik pengumpulan data sekunder, pengumpulan data yang dilakukan melalui pengumpulan bahan kepustakaan yang dapat mendukung data primer. Dalam penetian ini penulis menggunakan :
a.    Studi Dokumenter
Studi Dokumenter yaitu metode yang digunakan untuk menelusuri data historis yang relevan dengan objek penelitian, misalnya menggunakan catatan-catatan atau dokumen-dokumen yang ada di lokasi penelitian.
b.    Studi kepustakaan
Studi kepustkaan yaitu metode memperoleh data yang relevan melalui buku-buku, jurnal, karya ilmiah, serta pendapat dari para ahli yang memiliki relevansi terhadap masalah yang diteliti.

Contoh Identifikasi Masalah Tugas Akhir Manajemen Perhotelan


Contoh Identifikasi Masalah Tugas Akhir Manajemen Perhotelan
Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut.
1.         Masih kurangnya hubungan dengan pelanggan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.
2.         Perusahan hanya berorientasi pada transaksi penjualan untuk menghasilkan pendapatan yang besar.
3.         Sasaran penjualan yang tinggi hanya dalam jangka pendek.

Minggu, 03 Januari 2016

Makalah Filsafat Pendidikan Idealisme

FILSAFAT PENDIDIKAN IDEALISME

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
   
Filsafat dan filosof berasal dari kata Yunani philosophia dan philosophos. Menurut bentuk kata, seorang philosohos adalah seorang pencinta kebijaksanaan. Sebagian lain mengatakan bahwa filsafat adalah cinta akan kebenaran. Filsafat sering pula diartikan sebagai pandangan hidup. Dalam dunia pendidikan filsafat mempunyai peranan yang sangat besar karena  filsafat yang merupakan pandangan hidup itu menentukan arah dan tujuan proses pendidikan.
Oleh karena itu filsafat dan pendidikan mempunyai hubungan yang sangat erat, sebab, pendidikan sendiri hakikatnya merupakan proses pewarisan nilai – nilai filsafat yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan  hidup dan kehidupan yang lebih baik atau sempurna dari keadaan sebelumnya.
    Dalam pendidikan diperlukan bidang filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan sendiri adalah ilmu yang mempelajari dan berusaha mengadakan penyelesaian terhadap masalah – masalah pendidikan yang bersifat filosofis. Jadi jika ada masalah atas pertanyaan – pertanyaan soal pendidikan yang bersifat filosofis, wewenang filsafat pendidikanlah untuk menjawab dan menyelesaikannya. Secara filosofis, pendidikan adalah hasil dari peradaban suatu bangsa yang terus-menerus dikembangkan berdasarkan cita-cita dan tujuan filsafat serta pandangan hidupnya, sehingga menjadi suatu kenyataan yang melembaga didalam masyarakatnya. Dengan demikian muncullah filsafat pendidikan yang menjadi dasar bagaimana suatu bangsa itu berfikir, berperasaan dan berkelakuan yang menentukan bentuk sikap hidupnya. Adapun proses pendidikan dilakukan secara terus menerus dilakukan dari generasi ke generasi secara sadar dan penuh keinsafan. Ajaran filsafat adalah hasil pemikiran seseorang atau beberapa ahli filsafat tentang suatu secara fundamental. Dalam memecahkan suatu masalah tedapat perbedaan di dalam penggunaan cara pendekatan, hal ini melahirkan kesimpulan-kesimpulan yang berbeda pula, walaupun masalah yang dihadapi sama. Perbedaan ini dapat disebabkan pula oleh factor-faktor lain seperti latar belakang pribadi para ahli tersebut, pengaruh zaman, kondisi dan alam pikiran manusia di suatu tempat.
    Ajaran filsafat yang berbeda – beda tersebut oleh para peneliti disusun didalam suatu sistimatika dengan kategori tertentu sehingga menghasilkan klasifikasi. Dari sinilah kemudian lahir apa yang disebut aliran (system) suatu filsafat. Tetapi karena cara dan dasar yang dijadikan criteria dalam menetapkan klasifikasi tersebut berbeda-beda, maka klasifikasi tersebut berbeda – beda pula.
    Seorang ahli bernama Brubacher membedakan aliran- aliran filsafat pendidikan sebagai pragmatis naturalis, rekonstruksionisme, romantic naturalis, eksistensialisme, komunisme dan demokrasi. Penglasifikasian yang dilakukan oleh Brubacher sangat teliti, hal ini dilakukan untuk menghindari adanya overlapping dari masing-masing aliran. Sebagian ahli mengklasifikasikan aliran-aliran filsafat pendidikan kedalam tiga kategori yaitu :
1.    Kategori  filsafat pendidikan akademik skolastik
2.    Kategori filsafat religious theistic
3.    Kategori filsafat pendidikan social politik
Filsafat pendidikan akademik skolastik meliputi 2 kelompok yang tradisional meliputi aliran perenialisme, esensialisme, idealisme dan realisme dan progresif meliputi progresivisme, rekonstruksionisme dan eksistensialisme. Filsafat religious theistic meliputi segala macam aliran agama yang paling tidak terdiri dari empat besar agama didunia ini dengan segala variasi sekte-sekte agama masing-masing sedangkan filsafat pendidikan social politik terdiri dari humanisme, rasionalisme, sekularisme dan sosialisme.
    

I.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah ;
1.    Apakah pengertian idealisme?
2.    Bagaimana pandangan beberapa tokoh mengenai idealisme?
3.    Bagaimana aliran filsafat idealisme?
4.    Bagaimana hubungan antara idealisme dan filsafat pendidikan?

I.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian idealism
2. Untuk mengetahui pandangan beberapa tokoh mengenai idealism
3. Untuk mengetahui aliran filsafat idealism
4. Untuk mengetahui hubungan antara idealism dan filsafat pendidikan.

I.4. Manfaat
Adapun manfaat dari makalah ini adalah :
1.    Dapat mengetahui pengertian idealism
2.    Dapat mengetahui pandangan beberapa tokoh mengenai idealism
3.    Dapat mengetahui aliran filsafat idealism
4.    Dapat mengetahui hubungan antara idealism dan filsafat pendidikan.

Jumat, 23 Oktober 2015

Apa Itu Internet

Apa Itu Internet

Internet secara umum merujuk kepada gabungan jaringan komputer yang berkomunikasi menggunakan sistem pertuturan yang sama dikenali sebagai Transmission Control

Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) . Internet berfungsi sebagai suatu rangkaian yang besar yang menghubungkan badan pemerintahan, komersial, institusi pendidikan, dan individu di seluruh dunia .

Jaringan internet pada saat ini merupakan jaringan yang sangat komplek dan memiliki struktur yang dinamis (selalu berkembang) internet tersusun atas banyak jaringan WAN dan LAN. Para pemakai akhir (end user) dapat berhubungan dengan jaringan internet melalui sebuah ISP (Internet Service Provider). Pemakai dapat menjalankan internet secara individu, tanpa melalui pemerintah. Internet berkembang sangat pesat dan akan terus mengalami pertumbuhan

Jumat, 16 Oktober 2015

Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Inilah Kumpulan Lengkap Pengertian Kepemimpinan Menurut Para Ahli

Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (share goal) (Hemhill& Coons, 1957:7)

Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi yang dijalankan dalam suatu situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannenbaum, Weschler & Massarik, 1961:24

kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan rutin organisasi (Katz & Kahn, 1978:528)

kepemimpinan adalah pembentukan awal serta pemeliharaan struktur dalam harapan dan interaksi (Stogdill, 1974:411)

kepemimpinan adalah sebuah proses memberi arti (pengarahan yang berarti) terhadap usaha kolektif dan yang mengakibatkan kesediaan untuk melakukan usaha yang dinginkan untuk mencapai sasaran (Jacob & Jacques, 1990:281)

Kepemimpinan sebagai sebuah proses pengaruh sosial yang dalam hal ini pengaruh yang sengaja dijalankan oleh seseorang terhadap orang lain untuk menstruktur aktifitas-aktifitas serta hubungan-hubungan didalam sebuah kelompok atau organisasi (Yukl, 1994:2)

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi kearah pencapaian tujuan (Rauch & Behling, 1984:46)



Rabu, 12 Agustus 2015

Tantangan dalam keamanan komputer

Inilah Beberapa Gambaran tentang Tantangan dalam keamanan komputer 

1.  Kelemahan dalam Infrastruktur Jaringan dan Protokol Komunikasi (Peralatan yang mudah di bobol dan Protokol komunikasi yang tidak memiliki security yang kuat. Karena tuntutan biaya yang murah maka Infrastruktur dan Protokol sedikit lemah.)

2.  Pertumbuhan yang pesat dari Cyberspace (Perkembangan yang sangat pesat dari kejatan dunia maya dan komunitasnya semakin berkembang)

3. Pertumbuhan Komunitas Hacker yang semakin pesat 

4. Kerentanan dalam Sistem Operasi Protocol

Selasa, 11 Agustus 2015

Konsep Yang Membentuk Tujuan Keamanan Komputer

Apa Konsep Yang Membentuk Tujuan Keamanan Komputer?

Konsep yang membentuk tujuan sekuriti secara mendasar dari keamanan komputer adalah melindungi objek yang berharga dari ancaman dimana objek yang berharga disini adalah berupa data atau informasi.

Contoh Ilustrasinya: Data nilai mahasiswa yang disimpan dalam sebuah server. Untuk mengkases data pada server tersebut diberikan username dan password kemudian data yang disimpan didalamnnya di enkripsi. Untuk keamanan ruangan server harus dikunci, yang berhak masuk kedalamnya adalah admin atau user yang sudah diberi akses kontrol serta ruangannya dipantau dengan kamera CCTV.

Selasa, 26 Mei 2015

Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil Dan Perseorangan

Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil Dan Perseorangan

Dalam pengajaran kelompok kecil dan perserongan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dengan siswa.
Ada 4 komponen yang terdapa dalam keterampilan mengajar kelompok kecil dan perserongan, antara lain:
a.    Keterampilan mendekatkan diri secara pribadi
b.    Keterampilan mengorganisasi
c.    Keterampilan membimbing dan memudahkan pelajaran
d.    Keterampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Makalah Keterampilan Memberikan Penguatan

Inilah Makalah Keterampilan Memberikan Penguatan

Penggunaan penguatan dalam proses belajar mengajar memiliki pengaruh yang positif terhadap proses belajar peserta didik dan bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan motivasi, minat dan perhatian siswa terhadap pembelajaran, membangkitkan dan memelihara perilaku, dan iklim belajar yang kondusif sehingga siswa dapat belajar secaa optimal.
Keterampilan memberikan penguatan terdiri dari beberapa komponen, antara lain:
    
   Penguatan verbal
Berupa komentar yang berupa kata-kata pujian, dukungan, pengakuan, dorongan yang dipergunakan untuk menguatkan tingkah laku dan penampilan siswa.
    
  Penguatan non-verbal
a.    Penguatan berupa mimic dan gerakan badan
b.    Penguatan dengan cara mendekati
c.    Penguatan dengan sentuhan
d.    Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan
e.    Penguatan berupa symbol atau benda

Selasa, 19 Mei 2015

Keterampilan bertanya

Keterampilan bertanya

Dalam sebuah proses pembelajaran, bertanya memiliki peranan utama dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, guru harus mampu membuat pertanyaan yang baik dan bermutu.
Tujuan bertanya dalam suatu kegiatan pembelajran, bukan saja hanya untuk mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki oleh siswa, tetapi yang lebih pentinga adalah, dapat mendorong siswa untuk ikut berpastisipasi aktif dalam suatu kegiatan pembelajaran.
Keterampilan bertanya meliputi 2 bagian yaitu, keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.
a)      Keterampilan bertanya dasar
Keterampilan bertanya dasar mempunyai beberapa kemampuan dasar yang perlu diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Keterampilan bertanya dasar memilik beberapa komponen, yaitu:
     - Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat, memudahkan murid untuk memahaminya.
     - Pemusatan perhatian, kadang-kadang guru perlu memulai pertanyaan dengan cakupan yang luas, kemudian memusatkan perhatian murid pada satu tugas yang lebih sempit.
     - Penyebaran pertanyaan, yang diajukan kepada murid, hendaknya ditujukan ke seluruh kelas, bukan kepada murid tertentu. Setelah memberikan waktu sejenak untuk berpikir, barulah guru menunjuk secara acak murid lain untuk menanggapi jawaban temannya
     - Pemindahan giliran. Satu pertanyaan yang kompleks dapat dijawab oleh beberapa murid, sehingga semua aktif untuk memikirkan pertanyaan yang diberikan.
     - Pemberian waktu berpikir. Setelah mengajukan pertanyaan, guru hendaknya memberikan kesempatan kepada murid untuk berpikir, sebelum menjawab.
     - Pemberian tuntunan. Jika pertanyaan guru tidak dapat dijawab oleh murid, guru hendaknya memberikan tuntunan.

b)      Keterampilan bertanya lanjutan
Keterampilan bertanyan lanjut dibentuk atas dasar penguasaan komponen-komponen keterampilan bertanya dasar. Adapun komponen-komponen yang terdapat pada keterampilan bertanya lanjut adalah sebagai berikut:
a.    Mengubah tuntutan tingkat kognitif dalam dalam menjawab pertanyaan, yaitu dari tingkat yang paling rendah (mengingat) ke tingkat yang tinggi, seperti memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi.
b.    Pengaturan urutan pertanyaan, yaitu mulai pertanyaanyang paling sederhana diikuti dengan yang kompleks, sampai kepada pertanyaan yang paling kompleks.
c.    Penggunan pertanyaan pelacak dengan berbagai tekhnik seperti:
     - mengulangi pertanyaan sendiri atau pertanyaan siswa
     - menjawab pertanyaan sendiri
     - menunjuk dulu sebelum bertanya
     - mengajukan pertanyaan yang mengundang jawaban serempak
     - mengajukan pertanyaan ganda

Minggu, 17 Mei 2015

Manfaat Media Pembelajaran

Manfaat Media Pembelajaran adalah :

Menurut Hamalik (dalam Arsyad 2007:15) pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu.

Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi. Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran sangat bermanfaat untuk membantu keefektifan proses pembelajaran dandapat membantu siswa meningkatkan pemahamannya dalam pembelajaran.

Jenis Karangan Deskripsi

Jenis Karangan Deskripsi Menurut Ahli

Karangan deskripsi dapat dibagi dua. Seperti yang dikemukakan Achmadi (1988: 106) bahwa menurut beberapa analisis ada dua jenis karangan deskriptif, yaitu deskripsi teknis dan deskripsi sugestif.

Pendapat yang sama dikemukakan Semi (2009:58) karangan deskripsi dibagi atas dua jenis, yaitu:
(I) deskripsi ekspositorik (deskripsi teknis),(2) deskripsi artistik (deskripsi sugestif).

Sementara itu Keraf (1982:94) juga membedakan deskripsi menjadi dua yaitu deskripsi sugestif dan deskripsi teknis.

Deskripsi teknis (ekspositorik) menurut Achmadi (1988:106) adalah” deskripsi yang diterapkan pada karangan yang memberikan uraian secara langsung dan mengenai rupa (appearance), letak atau struktur dan sesuatu”. Menurut Semi (2009:58), “Deskripsi ekspositorik bertujuan menjelaskan sesuatu dengan perincian yang jelas sebagaimana adanya, tanpa menekankan unsur impresi atau sugesti kepada pembaca’. Dengan demikian, deskripsi ekspositorik ini dirancang terutama untuk memberikan informasi dengan menggunakan bahasa yang formal dan lugs, sehingga sulit dibedakan dengan eksposisi, bahkan hampir sama dengan eksposisi.

Menurut Achmadi (1988:106) “Deskripsi Artistik (sugestif) terutama bersifat emosional”. Deskripsi artistik (sugestif) Semi (2009:58) berpendapat “gaya penyajiannya menyerupai gaya narasi artistic, bergaya sastra yang bernuansa estetis. Dengan demikian, deskripsi sugestilah yang membangkitkan kesan atau impresi tentang suatu objek yang disampaikan. Dengan kata lain, deskripsi artistik (sugestif atau literer) berusaha menciptakan suatu penghayatan terhadap objek tersebut melalui imajinasi pembaca.

Sementara itu menurut Marahimin (2010:46) deskripsi terbagi atas dua yaitu deskripsi ekspositori dan deskripsi impresionistis. Deskripsi eksporitori adalah yang sangat logis, yang isinya biasanya merupakan daftar rincian, semuanya, atau yang menurut penulisnya hal yang penting-penting saja, yang disusun menurut sistem dan urutan-urutan logis obyek yang diamati. Sedangkan deskripsi impresionistis adalah untuk menamakan juga impresi penulisnya atau untuk menstimulir pembacanya.

Latar Belakang Masalah Skripsi Bahasa Indonesia


Contoh Latar Belakang Masalah Skripsi Bahasa Indonesia

Pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk meningkatkan empat aspek keterampilan berbahasa yakni menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Walaupun menulis menduduki posisi paling akhir, tetapi menulis mempunyai banyak fungsi yang sangat penting bagi pengembangan intelektual seseorang, salah satunya yaitu untuk mengemukakan sesuatu. Melalui keterampilan menulis, siswa dapat mengekspresikan pikiran, ide, serta gagasan kepada orang lain.

Keterampilan menulis merupakan pengungkapan ide, gagasan, pikiran atau perasaan secara tertulis. Untuk menulis, ide atau gagasan bisa timbul dengan membaca dan melakukan pengamatan secara langsung atau tidak langsung terhadap suatu pokok permasalahan atau suatu peristiwa. Hal ini akan menimbulkan suatu pemikiran baru untuk ditulis. Keterampilan menulis secara langsung dapat dimiliki oleh siswa, tetapi harus melalui  latihan dan praktik yang teratur.

Bentuk keterampilan menulis yang diajarkan kepada siswa adalah menulis karangan narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Dalam hal ini penulis memilih karangan deskripsi karena deskripsi merupakan alat bantu yang efektif untuk lebih menghidupkan pokok pembicaraan, untuk menghindari rasa kebosanan dan keengganan para pembaca. Dalam proses belajar mengajar siswa dituntut untuk bisa menulis. Pentingnya keterampilan menulis di sekolah
......
 

Sabtu, 09 Mei 2015

Tujuan Micro Teaching

Tujuan pengajaran micro teaching dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu, tujuan umum dan tujuan khusus.
A.    Tujuan umum micro teaching
Tujuan micro teaching menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:
1.    Menurut Rostiyah, tujuan micro teaching adalah untuk mempersiapkan calon guru menghadapi pekerjaan sepenuhnya dimuka kelas dengan memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai seorang guru professional.
2.    Dwight Allen mengemukakan, bahwa tujuan pembelajaran mikro adalah:
a.    Bagi siswa calon guru
  - Memberikan pengalaman belajar yang nyata dan latihan sejumlah keterampilan dasar mengajar secara terpisah.
- Calon guru dapat mengembangkan keterampilan mengajarnya sebelum mereka terjun kekelas yang sebenarnya.
- Memberikan kemungkinan bagi calon guru untuk menguasai beberapa keterampilan dasar mengajar serta memahami kapan dan bagaimana keterampilan itu diterapkan, sehingga calon guru mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif, efisen dan menarik.
b.    Bagi guru
- Memberikan penyegaran dalam program pendidikan.
- Guru mendapatkan pengalaman belajar mengajar yang bersifat individual demi perkembangan profesinya.
- Mengembangkan sikap terbuka bagi guru pembaharuan yang yang berlangsung dipranata pendidikan.
Adapun tujuan umum dari micro teaching adalah, mengembangkan atau meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh seorang calon pendidik (guru), sehingga mereka memiliki kesiapan diri untuk mengajar disuatu lembaga pendidikan (sekolah), dan dalam konteks mengajar yang sesungguhnya.

B.    Tujuan khusus micro teaching

Secara khusus, micro teaching memiliki tujuan yaitu:
- Calon guru mampu menganalisis tingkah laku pembelajaran kawannya dan dirinya sendiri.
- Calon guru mampu melaksanakan berbagai jenis keterampilan dalam proses pembelajaran.
- Calon guru mampu mewujudkan situasi pembelajaran yang efektif, produktif, dan efisien.
- Calon guru mampu bertindak professional

Aspek-aspek pembelajaran dalam Micro Teaching


Aspek-aspek pembelajaran dalam Micro Teaching adalah

1) Jumlah murid Jumlah murid pada suatu pembelajaran mikro tentu berbeda dengan jumlah murid pada system pembelajaran makro. Dalam pembelajaran mikro, jumlah murid disederhanakan atau diperkecil menjadi 5-10 orang.

2) Alokasi waktu Demikian juga dengan waktu mengajar. Dalam pembelajaran makro (real teaching), waktu mengajar berkisar dari 45-90 menit, namun pada pembelajaran mikro waktu mengajar disederhakan atau diperpendek menjadi 5-10 menit.

3) Materi/bahan ajar Materi atau bahan ajar dalam pembelajaran mikro hanya mencakup 1-2 aspek yang telah disederhanakan.

Kamis, 31 Januari 2013

Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode Pembelajaran



Pendekatan Pembelajaran adalah suatui titik tolak dan sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran.istilah ini merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya mmasih sangat umum.

Strategi Pembelajaran adalah perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.dick dan carey,mendefenisikan strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.

Metode Pembelajaran adalah upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang sudah disusun  tercapai secara optimal.

Selasa, 15 Januari 2013

PENGANTAR BASIS DATA

PENGANTAR BASIS DATA 

Data adalah nilai atau value yang turut merepresentasikan deskripsi dari suatu objek atau kejadian (event) 

Informasi adalah merupakan hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dam lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian ( event )yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. 

Sitem adalah sautu kumpulan dari elemen-elemen atau komponen yang saling berintegrasi atau bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang- orang, fasilitas, tegnologii, media, prosedur-prosedur dan pengendalian untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi tertentu, membrikan sinyal kepada manajemen dan yang lain tehadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu Dasar informasi untuk pengambilan keputusan. 

Komponen-Komponen Sistem Informasi 
1. Hardware yaitu perangkat keras yang secara fisik dapat dilihat.seperti monitor,CPU dll 
2. Software seperti sistem operasi,sistem data base, prosedur-prosedur 
3. Personil adalah yang mengoperasikan sistem, menyediakan masukan, mengkonsumsi keluaran, dan melakukan aktivitas manual dan mencakup sistem. 
4. Data :data yang tesimpan dalam jangka waktu tertentu 
5. Prosedur yaitu instruksi dan kebijakan untuk mengoperasikan sistem. 

Data Base atau Basis Data Adalah kumpulan item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atua struktur tertentu, tersimpan diharware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu. 

Alasan Diperlukan Data Base Salah satu komponen penting dalam sistem informasi karena merupakan dasar dalam manyediakan informasi

Jumat, 11 Januari 2013

Antara Mendidik dan Mengajar

Salah satu tugas berat kita sebagai Guru atau Pendidik adalah Mendidik... Ya mendidik tidak hanya sekedar menyampaikan materi kepada peserta didik.. Kalau kita hanya mengajar ya sekitar masuk kelas, menyampaikan materi, melepaskan semua kewajiban dan Pulang... 

Tapi mendidik lebih berat dari itu.. Mendidik adalah mempersiapkan anak didik berhasil tidak hanya dalam hal kecerdasan intelektual, tapi juga membentuk sikap peserta didik agar menjadi seorang pribadi yang memiliki nilai atau value.

Yup... mari kita mendidik tidak hanya sekedar mengajar untuk indonesia yang lebih baik....