Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2015

Inilah Materi Utama Dari Perkualihan Kepemimpinan atau Leadership

Inilah Materi Utama Dari Perkualihan Kepemimpinan atau Leadership. Untuk Isi pembahasan setiap materi tersebut silahkan tunggu saja postingan kami selanjutnya ya.


Pertemuan /  MATERI
1    PENGANTAR
2    PENGERTIAN DASAR KEPEMIMPINAN
3    TINJAUAN TERHADAP PENDEKATAN KEPEMIMPINAN
4    PENDEKATAN SIFAT
5    PENDEKATAN PERILAKU ( PERAN KEPEMIMPINAN )
6    PENDEKATAN PERILAKU ( GAYA KEPEMIMPINAN )
7    PENDEKATAN KEKUASAAN - PENGARUH
8    UTS

9    PENDEKATAN SITUASIONAL (teori Kontingensi Fiedler, dan Path Goal Theory)
10    PENDEKATAN SITUASIONAL (Teori Situasional Hersey & Blanchard, dan LMX Theory)
11    PENDEKATAN TERPADU
12    KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF
13    KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL
14    KEPEMIMPINAN KARISMATIK
15    MEMIMPIN PERUBAHAN DALAM ORGANISASI
16    UAS

Senin, 11 Mei 2015

Contoh Abstrak Skripsi Desain Multimedia Pelajaran

ABSTRAK

Pada tingkat SMA / MA didapatkan kenyataannya bahwa masih banyak nilai fisika siswa berada di bawah KKM (KKM=75). Itu karena belum semua guru menggunakan media pembelajaran yang menarik, guru mungkin hanya menggunakan metode ceramah, mencontohkan secara manual saja tampa menggunakan media pembelajaran yang menarik yang membuat siswa tertarik untuk belajar fisika dan tentunya mereka tidak merasa lelah dan jenuh dalam belajar. Akibatnya siswa merasa kurang paham dan kurang mengerti dalam belajar fisika.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian dan pengembangan atau lebih dikenal dengan Research and Development (R & D). Yaitu sebuah proses yang diupayakan melahirkan produk yang memiliki kesahihan dalam pengembangannya. R & D pendidikan yang diarahkan pada pengembangan produk yang efektif bagi keperluan sekolah merupakan penelitian terapan. Penelitian semacam ini lebih mementingkan perubahan yang membawa perbaikan, daripada kemengapaanya. Dalam penelitian ini penulis juga menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry. Model pengembangan ADDIE terdiri atas 5 langkah pokok, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.

Hasil dari media perancangan ini berbentuk game agar siswa tidak bosan dan tertarik untuk belajar dan guru dapat dengan mudah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa sehingga proses pembelajaran menjadi menarik dengan media pembelajaran dalam bentuk game berbasiskan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
   
keyword : Desain, Media, Fisika, Game,  Adobe Flash


Minggu, 10 Mei 2015

Makalah Keterampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran

Ini Adalah Kutipan Yang Penulis ambil dalam Makalah Keterampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran yang merupakan bagain dari Delapan Keterampilan Dasar Seorang Guru.

Membuka pelajaran merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan oleh seorang guru, sebelum memasuki materi atau inti dari sebuah pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik (siswa) untuk mengikuti proses pembelajaran yang meliputi, mental peserta didik, menciptakan suasana komunikatif antara pendidik (guru) dengan peserta didik, dan menimbulkan perhatian peserta didik kepada materi yang akan dipelajari.

Aktivitas awal yang dilakukan oleh seorang pendidik (guru), serta kalimat-kalimat pembuka yang diucapkan guru adalah faktor utama dalam menentukan keberhasilan jalannya seluruh proses pembelajaran. Suatu proses pembelajaran dikatakan berhasil apabila tujuan proses pembelajaran tersebut dapat tercapai dengan maksimal. Tujuan pembelajaran dapat tercapai tergantung pada strategi pengajaran yang disiapkan guru pada awal pembelajaran.

Seluruh rencana dan persiapan sebelum mengajar dapat menjadi tidak berguna jika guru tidak berhasil memfokuskan perhatian dan minat siswa pada pelajaran. Oleh karena itu, hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru pada awal pembelajaran adalah, menciptakan suasana agar siswa secara mental, fisik, pshikis, dan emosional terpusat pada kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Hal tersebut dapat dilakukan guru dengan cara cara-cara sebagai berikut:

1)      Memfokuskan perhatian dan membangkitkan minat siswa

Delapan Keterampilan Dasar Mengajar Seorang Guru Profesional

Delapan Keterampilan Dasar Mengajar Seorang Guru Profesional yang penulis kutip dari Makalah Micro Teaching ketika masih S1 dulu.

Dan Inilah Delapan Keterampilan Dasar Mengajar Seorang Guru Profesional tersebut.

Untuk menjadi seorang tenaga pendidik (guru) yang professional, tentunya guru harus memiliki keterampilan dasar mengajar, guna tercapainya suatu proses pembelajaran yang efektif, efisien dan menarik. Ada beberapa keterampilan dasar mengajar yang harus dimiliki oleh seorang pendidik (guru), yaitu:
1. Keterampilan Membuka Dan Menutup Pelajaran
2. Keterampilan Menjelaskan
3.  Keterampilan bertanya
4.  Keterampilan Mengadakan Variasi
5.  Keterampilan Memberikan Penguatan
6. Keterampilan Mengelola Kelas
7. Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil Dan Perseorangan
8. Keterampilan Memimpin Diskusi Kelompok Kecil

Untuk penjelasan selanjutnya tunggu dalam tulisan berikutnya. 

Selasa, 16 Desember 2014

Strategi Pembelajaran efektif

Strategi Pembelajaran efektif

Pengertian strategi pembelajaran efektif adalah prinsip memilih hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan strategi pembelajaran. Prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Setiap strategi memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Killen (1998): No teaching strategy is better than others in all circumstances, so you have to be able to use a variety of teaching strategies, and make rational decisions about when each of the teaching strategies is likely to most effective.

Apa yang dikemukakan Killen itu jelas bahwa guru harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. Oleh sebab itu, guru perlu memahami prinsip-prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran sebagai berikut.

Berorientasi pada Tujuan

Segala aktivitas guru dan peserta didik, mestinya diupayakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ini sangat penting, sebab mengajar adalah proses yang bertujuan. Oleh karena keberhasilan suatu strategi pembelajaran dapat ditentukan dari keberhasilan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

Senin, 15 Desember 2014

Enviromental Input Komponen Strategi Pembelajaran

Enviromental Input (Lingkungan).

Lingkungan sangat mempengaruhi guru di dalam menentukan strategi belajar- mengajar. Lingkungan yang dimaksud adalah situasi dan keadaan fisik (misalnya iklim, sekolah, letak sekolah, dan lain sebagainya), dan hubungan antar insani, misalnya dengan teman, dan peserta didik dengan orang lain.

Contoh keadaan ini misalnya seharusnya menurut isi materinya seharusnya menggunakan media masyarakat untuk pembelajaran, karena kondisi masyarakat sedang rawan, maka diubah dengan menggunakan metode lain, misalnya membuat kliping.

Proses belajar mengajar adalah suatu aspek dari lingkungan sekolah yang diiorganisasi. Lingkungan ini diatur serta diawasi agar kegiatan belajar terarah sesuai dengan tujuan pendidikan. Pengawasan itu turut menentukan lingkungan dalam membantu kegiatan belajar. Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan yang menantang dan merangsang para peserta didik belajar, memberikan rasa aman dan kepuasan serta mencapai tujua yang diharapkan. Salah satu faktor yang mendukung kondisi belajar  di dalam suatu kelas adalah job description proses belajar mengajar yang berisi serangkaian pengertian peristiwa belajar yang dilakukan oleh kelompok-kelompok peserta didik. Sehubungan dengan hal ini, job description guru dalam implementasi proses belajar- mengajar sebagai berikut.

Minggu, 14 Desember 2014

Instrumental Input atau Sasaran Komponen Strategi Pembelajaran

Komponen Strategi Pembelajaran Komponen Strategi Pembelajaran

Pembelajaran merupakan suatu sistem instruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Selaku suatu sistem, pembelajaran meliputi suatu komponen, antara lain tujuan, bahan, peserta didik, guru, metode, situasi, dan evaluasi. Agar tujuan itu tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antarsesama komponen terjadi kerja sama. Oleh karena itu, guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode, bahan, dan evaluasi saja, tetapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.

Guru
Guru adalah pelaku pembelajaran, sehingga dalam hal ini guru merupakan faktor yang terpenting. Di tangan gurulah sebenarnya letak keberhasilan pembelajaran. Komponen guru tidak dapat dimanipulasi atau direkayasa oleh komponen lain, dan sebaliknya guru mampu memanipulasi atau merekayasa  komponen lain menjadi bervariasi. Sedangkan komponen lain tidak dapat mengubah guru menjadi bervariasi. Tujuan rekayasa pembelajaran oleh guru adalah membentuk lingkungan peserta didik supaya sesuai dengan lingkungan yang diharapkan dari proses belajar peserta didik, yang pada akhirnya peserta didik memperoleh suatu hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu, dalam merekayasa pembelajaran, guru harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Peserta didik
Peserta didik merupakan komponen yang melakukan kegiatan belajar untuk mengembangkan potensi kemampuan menjadi nyata untuk mencapai tujuan belajar. Komponen peserta ini dapat dimodifikasi oleh guru.

Tujuan
Tujuan merupakan dasar yang dijadikan  landasan untuk menentukan strategi, materi, media dan evaluasi pembelajaran. Untuk itu, dalam strategi pembelajaran, penentuan tujuan merupakan komponen yang pertama kali harus dipilih oleh seorang guru, karena tujuan pembelajran merupakan target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran

Bahan Pelajaran
Bahan pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berupa materi yang tersusun secara sistematis dan dinamis sesuai dengan arah tujuan dan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan tuntutan masyarakat. Menurut Suharsimi (1990) bahan ajar merupakan komponen inti yang terdapat dalam kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran
Agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal, maka dalam menentukan strategi pembelajaran perlu dirumuskan komponen kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan standar proses pembelajaran.

Metode
Metode adalah satu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penentuan metode yang akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran akan sangat menentukan berhasil atau tidaknya pembelajaran yang berlangsung.

Alat
Alat yang dipergunakan dalam pembelajran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran alat memiliki fungsi sebagai pelengkap untuk mencapai tujuan. Alat dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat verbal dan alat bantu nonverbal. Alat verbal dapat berupa suruhan, perintah, larangan dan lain-lain, sedangkan yang nonverbal dapat berupa globe, peta, papan tulis slide dan lain-lain.

Sumber Pembelajaran
Sumber pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat atau rujukan di mana bahan pembelajaran bisa diperoleh. Sehingga sumber belajar dapat berasal dari masyarakat, lingkungan, dan kebudayaannya, misalnya, manusia, buku, media masa, lingkungan, museum, dan lain-lain.

Evaluasi
Komponen evaluasi merupakan komponen yang berfungsi untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, juga bisa berfungsi sebagai sebagai umpan balik untuk perbaikan strategi yang telah ditetapkan. Kedua fungsi evaluasi tersebut merupakan evaluasi sebagai fungsi sumatif dan formatif.

Situasi atau Lingkungan
Lingkungan sangat mempengaruhi guru dalam menentukan strategi pembelajaran. Lingkungan yang dimaksud adalah situasi dan keadaan fisik (misalnya iklim, madrasah, letak madrasah, dan lain sebagainya), dan hubungan antar insani, misalnya dengan teman, dan peserta didik dengan orang lain. Contoh keadaan ini misalnya menurut isi materinya seharusnya pembelajaran menggunakan media masyarakat untuk pembelajaran, karena kondisi masyarakat sedang rawan, maka diubah dengan menggunakan metode lain, misalnya membuat kliping.

Komponen-komponen strategi pembelajaran tersebut akan mempengaruhi jalannya pembelajaran, untuk itu semua komponen strategi pembelajaran merupakan faktor yang berpengaruh terhadap strategi pembelajaran. Untuk lebih mempermudah menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap strategi pembelajaran, komponen strategi pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: peserta didik sebagai raw input, entering behavior peserta didik, dan instrumental input atau sasaran.

Sabtu, 13 Desember 2014

Pola Pola Belajar Peserta Didik


Pola Pola Belajar Peserta Didik

Mengetahui pola belajar peserta didik adalah modal bagai seorang guru untuk menentukan strategi pembelajaran. Robert M. Gagne (1979) membedakan pola-pola belajar peserta didik ke dalam delapan tipe, yang tiap tipe merupakan prasyarat bagi lainnya yang lebih tinggi hierarkinya. Delapan tipe belajar dimaksud adalah: 1) signal , (belajar isyarat), 2) stimulus-response learning (belajar stimu¬pons), 3) chaining (rantai atau rangkaian), 4) verbal association,(asosiasi verbal), 5) discrimination learning (belajar diskriminasi), 6) concept learning (belajar konsep), 7) rule learning (belajar aturan), problem solving (memecahkan masalah).
Kedelapan tipe belajar sebagaimana disebutkan di atas akan dijelaskan satu per satu secara singkat dan jelas sebagai berikut.

Belajar Tipe 1: Signal Learning (Belajar Isyarat)

Belajar tipe ini merupakan tahap yang paling dasar. Jadi, tidak ada persyaratan, namun merupakan hierarki yang harus dilalui untuk menuju jenjang belajar yang paling tinggi. Signal learning dapat diartikan sebagai penguasaan pola-pola dasar perilaku bersifat involuntary ( tidak sengaja dan tidak disadari tujuannya). Dalam tipe ini terlibat aspek reaksi emosional di dalamnya. Kondisi yang diperlukan untuk berlangsungnya tipe belajar ini adalah diberikannya stimulus (signal) secara serempak dan  perangsang-perangsang tertentu secara berulang kali. Signal learning. Ini mirip dengan conditioning menurut Pavlov yang timbul setelah sejumlah pengalaman tertentu. Respon yang timbul bersifat umum dan emosional selain timbulnya dengan tidak sengaja dan tidak dapat dikuasai. Contoh: Aba-aba “Siap!” merupakan suatu signal atau isyarat mengambil sikap tertentu. Melihat wajah ibu menimbulkan rasa senang. Wajah ibu di sini merupakan isyarat yang menimbulkan perasaan senang itu. Melihat ular yang besar menimbulkan rasa takut. Melihat ular merupakan isyarat yang menimbulkan perasaan tertentu.

Entering Behavior Peserta Didik

Entering Behavior Peserta Didik

Seorang pendidik untuk dapat menentukan strategi pembelajaran yang sesuai  terlebih dahulu harus mengetahui  perubahan perilaku, baik secara material-subtansial, struktural-fungsional, maupun secara behavior peserta didik. Misalnya, apakah tingkat prestasi yang dicapai peserta didik itu merupakan hasil kegiatan belajar mengajar yang bersangkutan?. Untuk kepastiannya seharusnya guru mengetahui tentang karakteristik perilaku peserta didik saat mereka mau masuk sekolah dan saat kegiatan belajar mengajar dilangsungkan, tingkat dan jenis karakteristik perilaku peserta didik yang dimilikinya ketika mau mengikuti kegiatan belajar mengajar. Itulah yang dimaksudkan dengan entering behavior peserta didik.

Entering bahavior akan dapat diidentifikasi dengan cara sebagai berikut:
•    Secara tradisional, telah lazim para guru mulai dengan pertanyaan mengenai bahan yang pernah diberikan sebelum menyajikan bahan baru.
•    Secara inovatif, guru tertentu di berbagai lembaga pendidikan yang memiliki atau mampu mengembangkan instrumen pengukuran prestasi belajar dengan memenuhi syarat, mengadakan pretes sebelum mereka mulai mengikuti program belajar mengajar.

Peserta didik sebagai raw input

Peserta didik sebagai raw input

Strategi pembelajaran digunakan dalam rangka membelajarkan peserta didik. Untuk itu dalam pembelajaran seorang guru harus memperhatikan siapa yang dihadapi. Peserta didik pada tingkat sekolah yang sama cenderung memiliki umur yang sama, sehingga perkembangan intelektual pada umumnya adalah sama. Dipandang dari kesamaan ini, maka seorang guru dapat menggunakan metode atau teknik yang sama dalam membelajarkan peserta didik. Namun demikian di samping persamaan tersebut, peserta masih mempunyai perbedaan-perbedaan walaupun pada umur yang relatif sama.

Perbedaan peserta didik tersebut dari segi fisiologisnya adalah pendengaran, penglihatan, kondisi fisik, juga perbedaan dari segi psikologisnya. Perbedaan segi psikologis tersebut antara lain adalah IQ, bakat, motivasi, minat/perhatian, kematangan, kesiapan, dan masih banyak lagi. Kondisi-kondisi tersebut sangat mempengaruhi peserta didik dalam belajar. Untuk itu, dalam menentukan strategi pembelajaran harus diperhatikan hal-hal di atas.

Pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam menghadapi heterogenitas peserta dalam kelas yang sama adalah seorang guru disarankan untuk menggunakan multimetode dan multimedia. Hal ini disebabkan masing-masing metode dan media mempunyai kelebihan dan kekurangan, dan dimungkinkan masing-masing peserta didik akan mempunyai kecenderungan tertarik pada metode dan media tertentu.

Komponen Strategi Pembelajaran

Full Makalah Komponen Komponen Strategi Pembelajaran

Pembelajaran merupakan suatu sistem instruksional yang mengacu pada seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. Selaku suatu sistem, pembelajaran meliputi suatu komponen, antara lain tujuan, bahan, peserta didik, guru, metode, situasi, dan evaluasi. Agar tujuan itu tercapai, semua komponen yang ada harus diorganisasikan sehingga antarsesama komponen terjadi kerja sama. Oleh karena itu, guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode, bahan, dan evaluasi saja, tetapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan.

Guru
Guru adalah pelaku pembelajaran, sehingga dalam hal ini guru merupakan faktor yang terpenting. Di tangan gurulah sebenarnya letak keberhasilan pembelajaran. Komponen guru tidak dapat dimanipulasi atau direkayasa oleh komponen lain, dan sebaliknya guru mampu memanipulasi atau merekayasa  komponen lain menjadi bervariasi. Sedangkan komponen lain tidak dapat mengubah guru menjadi bervariasi. Tujuan rekayasa pembelajaran oleh guru adalah membentuk lingkungan peserta didik supaya sesuai dengan lingkungan yang diharapkan dari proses belajar peserta didik, yang pada akhirnya peserta didik memperoleh suatu hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu, dalam merekayasa pembelajaran, guru harus berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Peserta didik

Kamis, 11 Desember 2014

Klasifikasi Strategi Pembelajaran

Klasifikasi Strategi Pembelajaran

Strategi Pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi 4, yaitu: strategi pembelajaran langsung (direct instruction), tak langsung (indirect instruction), interaktif, mandiri, melalui pengalaman (experimental).

Strategi pembelajaran langsung

Strategi pembelajaran langsung merupakan pembelajaran yang banyak diarahkan oleh guru. Strategi ini efektif untuk menentukan informasi atau membangun keterampilan tahap demi tahap. Pembelajaran langsung biasanya bersifat deduktif.

Kelebihan strategi ini adalah mudah untuk direncanakan dan digunakan, sedangkan kelemahan utamanya dalam mengembangkan kemampuan-kemampuan, proses-proses, dan sikap yang diperlukan untuk pemikiran kritis dan hubungan interpersonal serta belajar kelompok. Agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan pemikiran kritis, strategi pembelajaran langsung perlu dikombinasikan dengan strategi pembelajaran yang lain.

Strategi pembelajaran tak langsung

Model, Pendekatan, Strategi, metode dan teknik pembelajaran

Pengertian Model, Pendekatan, Strategi, metode dan teknik pembelajaran

Arends (1997) menyatakan “The term teaching model refers to a particular approach to instruction that includes its goals, syntax, environment, and management ystem.” Istilah model pengajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu termasuk tujuannya, sintaksnya, lingkungan, dan sistem pengelolaannya, sehingga model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada pendekatan, strategi, metode atau prosedur. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain (Joyce, 1992 ). Selanjutnya Joyce menyatakan bahwa setiap model pembelajaran mengarah kepada desain pembelajaran untuk membantu peserta didik sedemikian rupa sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Soekamto, dkk (dalam Nurulwati, 2000) mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah: “Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar.” Hal ini sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Eggen dan Kauchak bahwa model pembelajaran memberikan kerangka dan arah bagi guru untuk mengajar.

M

Pengertian Strategi Pembelajaran

Full Makalah Pengertian Strategi Pembelajaran

Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer dan diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Seorang yang berperang dalam mengatur strategi, untuk memenangkan peperangan sebelum melakukan suatu tindakan, ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kual­itasnya. Setelah semuanya diketahui, baru kemudian ia akan menyusun tindakan yang harus dilakukan, baik tentang siasat peperangan yang harus dilakukan, taktik dan teknik peperangan, maupun waktu yang tepat untuk melakukan suatu serangan. Dengan demikian dalam menyusun strategi perlu memperhitungkan berbagai faktor, baik dari dalam maupun dari luar.

Dari ilustrasi tersebut dapat disimpulkan, bahwa strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular education goal. Jadi, strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.


Rabu, 10 Desember 2014

Full Makalah Sejarah Bahasa Indonesia


Full Makalah Sejarah Bahasa Indonesia Dan Sumber Bahasa Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bahasa merupakan salah satu unsur identitas nasional. Bahasa dipahami sebagai sistem perlambangan yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi manusia. Di Indonesia terdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis.

Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dahulu dikenal dengan bahasa melayu yang merupakan bahasa penghubung antar etnis yang mendiami kepulauan nusantara. Selain menjadi bahasa penghubung antara suku-suku, bahasa melayu juga menjadi bahasa transaksi perdagangan internasional di kawasan kepulauan nusantara yang digunakan oleh berbagai suku bangsa Indonesia dengan para pedagang asing.

Pada tahun 1928 bahasa melayu mengalami perkembangan yang luar biasa. Pada tahun tersebut para tokoh pemuda dari berbagai latar belakang suku dan kebudayaan menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia, keputusan ini dicetuskan melalui sumpah pemuda. Dan baru setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 18 Agustus Bahasa Indonesia diakui secara Yuridis.

1.2 Rumusan Masalah

Full Makalah Gerakan Sosial Dalam Mata Kuliah Kewarganegaraan

Full Makalah Gerakan Sosial Dalam Mata Kuliah Kewarganegaraan
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gerakan sosial atau social movement merupakan fenomena partisipasi sosial (masyarakat) dalam hubungannya dengan entitas-entitas eksternal. Istilah ini memiliki beberapa definisi, namun secara umum dapat dilihat sebagai instrumen hubungan kekuasaan antara masyarakat dengan entitas yang lebih berkuasa (powerful). Masyarakat cenderung memiliki kekuatan yang relatif lemah (powerless) dibandingkan dengan entitas-entitas dominan, seperti negara atau swasta (bisnis). Apalagi, seringkali ditemui kolaborasi negara dan swasta dalam eksploitasi sumber daya yang cenderung mengabaikan hak-hak masyarakat. Dalam situasi demikian, gerakan sosial menjadi instrumen yang efisien dalam menyuarakan kepentingan masyarakat. Dengan kata lain, gerakan sosial merupakan “loud speaker” masyarakat, sehingga kepentingan dan keinginan mereka didengar.

Pada pelaksanaannya gerakan social memiliki strategi dan teknik tertentu dan memiliki dampak pada perubahan sosial dan basis sosial. Gerakan social juga erat kaitannya dengan partai politik karena memiliki kesamaan dalam memobilisasi massa untuk kepentingan tertentu.

1.2 Rumusan Masalah

Dari uraian di atas dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut :
Definisi dari gerakan sosial?
Jenis-jenis gerakan sosial?
Strategi dan taktik gerakan sosial?
Perubahan sosial dan basis sosial?
Partai politik dan gerakan sosial?
Fungsi gerakan sosial?

Selasa, 09 Desember 2014

Full Makalah Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar

Berikut Ini Adalah Full Makalah Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki berbagai macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat atau yang sering kita sebut kebudayaan. Keanekaragaman budaya yang terdapat di Indonesia merupakan suatu bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya.
    Tidak bisa kita pungkiri bahwa kebudayaan daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan yang lebih global, yang biasa kita sebut dengan kebudayaan nasional. Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangat berpengaruh terhadap budaya nasional, begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yang bersumber dari kebudayaan daerah, akan sangat berpengaruh pula terhadap kebudayaan daerah / kebudayaan lokal.

Minggu, 15 Desember 2013

Kesimpulan dan Saran tentang Chpher Modern

Kesimpulan dan Saran tentang Chpher Modern



1 Kesimpulan
Kemajuan di bidang telekomunikasi dan komputer telah memungkinkan seseorang untuk melakukan transaksi bisnis secara cashless, selain itu ia juga dapat mengirimkan informasi kepada temannya secara on-line.
Kegiatan-kegiatan tersebut tentu saja akan menimbulkan resiko bilamana informasi yang sensitif dan berharga tersebut diakses oleh orang-orang yang tidak berhak (unauthorized persons). Misalnya, informasi mengenai nomor kartu kredit anda, bila informasi ini jatuh kepada orang-orang yang jahat maka anda harus bersiap-siap terhadap melonjaknya tagihan kartu kredit anda.
Sebelum tahun 1970-an, teknologi kriptografi digunakan terbatas hanya untuk tujuan militer dan diplomatik. Akan tetapi kemudian bidang bisnis dan perorangan mulai menyadari pentingnya melindungi informasi berharga.
Memasuki era digital mulailah dikenal cipher modern dalam konsep keamanan atau kriptografi menggantikan cipher klasik. Secara umum ada dua tipe algoritma yang termasuk dalam cipher modern yaitu
1.      algoritma simetris (Private-key algorithm / symmetric algorithm)
2.      algoritma kunci public (public-key algorithm / asymmetric algorithm).
           
2  Saran
Keamanan sistem komputer dan informasi sangatlah perlu diterapkan agar tidak menimbulkan kerugian bagi si pembuat dan orang lain. Agar tidak ada yang berusaha untuk melakukan kecurangan terhadap nilai informasi tersebut.
Dalam Aplikasinya sistem keamanan komputer dan informasi tidak ada yang sempurna, seiring berjalannya waktu celah-celah pasti dutemukan sehingga informasi atau data menjadi tidak aman. Untuk itu perlu dikembangkan sistem keamanan yang sesuai dan berlapis sehingga informasi atau data kita tidak jatuh kepada orang yang tidak berhak untuk mengaksesnya.

Sabtu, 14 Desember 2013

Pengertian Cipher blok (block cipher)

Pengertian Cipher blok (block cipher)



Algoritma kriptografi ini bekerja pada suatu data yang berbentuk blok/kelompok data dengan panjang data tertentu (dalam beberapa byte), jadi dalam sekali proses enkripsi atau dekripsi data yang masuk mempunyai ukuran yang sama.
Pada algoritma penyandian blok (block cipher), plainteks yang masuk akan diproses dengan panjang blok yang tetap yaitu n, namun terkadang jika ukuran data ini terlalu panjang maka dilakukan pemecahan dalam bentuk blok yang lebih kecil. Jika dalam pemecahan dihasilkan blok data yang kurang dari jumlah data dalam blok maka akan dilakukan proses pading (penambahan beberapa bit).
Beberapa contoh block cipher :
1.              Data Encryption Standard (DES)
Merupakan algoritma block cipher dengan ukuran block 64 bit dan ukuran kunci 56bit. Des untuk saat ini sudah dianggap tidak aman lagi karen aukuran kuncinya yang sangat pendek 56bit.
Skema Global DES
Pada awalnya, blok plainteks dipermutasi dengan matriks permutasi awal (initial permutation atau IP). Hasil dari permutasi awal tersebutkemudian di enchiper sebanyak 16 kali atau 16 putaran. Setiap putarannya menggunakan kunci internal yang berbeda. Hasil dari proses enchiper kembali dipermutasi dengan matriks permutasi balikan (invers initial permutation atau IP-1 ) menjadi blok cipherteks.
                       
2.      Triple DES
Merupakan variasi dari Data Encryption Standard (DES). Menggunakan kunci 64 bit terdiri atas 56 bit kunci yang efektif dan 8 bit paritas. Bit paritas / bit pemeriksa yaitu bit tambahan yang ditempatkan di posisi akhir sebuah byte. Berguna untuk memeriksa kesalahan selama transmisi. Ukuran setiap block triple des adalah 8 byte dengan menggunakan tiga kunci yang berbeda.
3.      AES (Advanced Encryption Standard)
Merupakan symmetric key encryption untuk data elektonik. Pertama kali digunakan oleh Pemerintahan USA dan sekarang digunakan oleh seluruh dunia menggantikan DES.  Standat key AES terdiri dari 128, 192 dan 256 bit.
4.      CAST
CAST singkatan Carlisle Adams dan Stafford Tavares, penemu CAST. CAST populer dengan 64-bit blok cipher yang termasuk kelas algoritma enkripsi dikenal sebagai cipher Feistel.
5.      Serpent
Merupakan block cipher yang sangat cepat dan cukup aman yang dikembangkan oleh Ross Anderson, Eli Biham dan lars knudsen. Serpent bisa bekerja dengan kombinasi yang berbeda dengan panjangnya kunci.
6.      Blowfish
Merupakan algoritma enkripsi simetris yang dirancang pada tahun 1993 oleh Bruce Schneier sebagai alternatif untuk algoritma enkripsi yang ada. Blowfish memiliki ukuran 64-bit blok dan panjang kunci variabel  dari 32 bit sampai 448 bit
7.      Twofish
Merupakan block cipher simetris yang memiliki block 128 bit dan menerima kunci yang panjangnya bisa mencapai 258 bit. Twofish dirancang oleh Bruce Schneier, John Kelsey, Chris Hall, Niels Ferguson, Davis Wagner dan Doug Whiting .
8.      IDEA (International Data Encryption Algorithm)
Merupakan algoritma simetris yang dikembangkan oleh Dr.  X. Lai dan Profesor J. Massey untuk menggantikan DES meskipun masih menggunakan kunci 128 bit.

Kamis, 12 Desember 2013

Konsep Dasar Cipher Modern


Isi Makalah Konsep Dasar Cipher Modern 



Chiper modern atau Kriptografi modern dapat memecahkan masalah algoritma rahasia yaitu dengan algoritma kunci. Kunci ini dapat berupa sembarang dari suatu nilai dari sejumlah angka. Dengan demikian tingkat keamanan dari algoritma yang menggunakan kunci adalah berdasarkan kerahasiaan kuncinya, tidak berdasarkan detail dari algoritma itu sendiri. Oleh karena itu algoritma ini dapat dapat dipublikasikan dan dianalisa, dan algoritma ini dapat diproduksi secara masal. Secara umum ada dua tipe algoritma yang termasuk dalam algoritma modern yaitu algoritma simetris (Private-key algorithm / symmetric algorithm) dan algoritma kunci public (public-key algorithm / asymmetric algorithm). Perbedaan utama antara private algorithm dengan public-key algoritm adalah pada kunci enkripsi. Selain itu juga terdapat perbedaan dalam kecepatan proses dan keamananya.
Berbeda dengan kriptografi klasik yang menitikberatkan kekuatan pada kerahasiaan algoritma yang digunakan (yang artinya apabila algoritma yang digunakan telah diketahui maka pesan sudah jelas "bocor" dan dapat diketahui isinya oleh siapa saja yang mengetahui algoritma tersebut), kriptografi modern lebih menitikberatkan pada kerahasiaan kunci yang digunakan pada algoritma tersebut (oleh pemakainya) sehingga algoritma tersebut dapat saja disebarkan ke kalangan masyarakat tanpa takut kehilangan kerahasiaan bagi para pemakainya.
Berikut adalah istilah-istilah yang digunakan dalam bidang kriptografi :
  • Plaintext  (M)  adalah pesan yang hendak  dikirimkan  (berisi  data asli).
  • Ciphertext  (C)  adalah pesan ter-enkrip (tersandi) yang merupakan hasil enkripsi.
  • Enkripsi (fungsi E) adalah proses pengubahan plaintext menjadi ciphertext.
  • Dekripsi (fungsi D) adalah kebalikan dari enkripsi yakni mengubah ciphertext menjadi plaintext, sehingga berupa data awal/asli.
  • Kunci adalah suatu bilangan yang dirahasiakan yang digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi.
  Kriptografi itu sendiri terdiri dari dua proses utama yakni proses enkripsi dan proses dekripsi. Seperti yang telah dijelaskan di atas, proses enkripsi mengubah plaintext menjadi ciphertext (dengan menggunakan kunci tertentu) sehingga isi informasi pada pesan tersebut sukar dimengerti. 


Peranan kunci sangatlah penting dalam proses enkripsi dan dekripsi (disamping pula algoritma yang digunakan) sehingga kerahasiaannya sangatlah penting, apabila kerahasiaannya terbongkar, maka isi dari pesan dapat diketahui. Secara matematis, proses enkripsi merupakan pengoperasian fungsi E (enkripsi) menggunakan e (kunci enkripsi) pada M (plaintext) sehingga dihasilkan C (ciphertext), notasinya :

Ee(M) = C
Sedangkan untuk proses dekripsi, merupakan pengoperasian fungsi D (dekripsi) menggunakan d (kunci dekripsi) pada C (ciphertext) sehingga dihasilkan M (plaintext), notasinya :

Dd(C) = M